Obat Sakit Tipes Di Apotik

Apakah sekarang anda sedang sakit tipes ?? Jika anda sedang sakit tipes dan ingin sembuh, maka anda bisa mencoba mengkonsumsi beberapa obat sakit tipes di apotik yang informasinya akan saya sajikan disini.

Mengenai Tipes Yang Anda Derita

Obat Sakit Tipes Di Apotik

Di Indonesia banyak orang yang menyamakan tipes dengan tifus, padahal kedua penyakit ini tidak sama dan jelas berbeda. Dari penulisan pun sudah berbeda, maka artinya pun berbeda. Baik tipes maupun tifus, memiliki penyebab yang berbeda.

Tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri salmonella typhi yang masuk lewat makanan atau minuman yang sudah tercemar feses atau air seni penderita tipes lainnya. Sedangkan untuk tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri rickettsia yang menyebar melalui perantara tikus atau binatang pengerat lainnya. Di Indonesia, khususnya Asia Tenggara, Afrika dan Amerika Selatan adalah wilayah yang sering terjangkit tipes.

Orang dewasa bisa terkena tipes, tapi jika dibandingkan dengan anak-anak, maka anak-anak lebih rentan terkena tipes. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh anda yang belum sempurna dan anak juga suka jajan sembarangan yang kebersihan dari makanan yang dikonsumsi masih belum terjamin.

Orang yang terkena tipes bisa dengan mudah dikenali, karena gejala tipes sendiri adalah demam tinggi melebihi 40 derajat celsius, kemudian akan menderita sakit kepala, sembelit atau diare, sakit perut, dan nafsu makan pun turun. Apabila penyakit tipes tidak segera ditangani dengan cepat dan benar, maka bisa menyebabkan pendarahan usus.

Obat Sakit Tipes Di Apotik Jenis Antibiotik

Biasanya juga penyakit tipes ini bisa dengan mudah diatasi dengan hanya diberi beberapa antibiotik yang dikombinasikan dengan obat pereda rasa sakit, serta multivitamin stamina tubuh. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini akan saya sajikan mengenai beberapa obat antibiotik untuk sakit tipes :

1. Kloramfenikol

Kloramfenikol sangat efektif melawan bakteri gram positif dan gram negatif. Antibiotik ini bersifat bakteriostatik dan bakterisid, yaitu bekerja dengan membasmi dan menghambat pertumbuhan bakteri dengan menghambat sintesis protein melalui proses disosiasi ribosom yang diubah untuk menjadi sub unit besar (50 S).

Pada masanya ketika pertama kali diperkenalkan di tahun 1948, antibiotik ini sangat terkenal diseluruh dunia. Sampai ketika taun 1960, obat kloramfenikol di sebar luaskan secara masal di banyak negara endemik tipes seperti Asia Tenggara dan Amerika Selatan.

Sampai saat ini, antibiotik ini mampu menekan tingkat fatalitas angka pre antibiotik (sebelum antbiotik ditemukan) dari kisaran 10% sampai 15% menjadi 1% sampai 4% dengan tingkat penyembuhan yang mencapai keberhasilan sampai 90%.

2. Amoksisilin

Amoksisilin (ditulis: amoxicilin) adalah antibiotik yang banyak digunakan untuk dijadikan sebagai obat tipes dan berbagai jenis infeksi. Obat ini mudah diserap usus. Beberapa merk obat amoksisilin yang ada di Indonesia ada banyak, diantaranya adalah amoxil, biomox, trimox, dan sebagainya.

Obat antibiotik ini sangat efektif meredakan demam tipes dan dapat mencegah infeksi kambuh. Obat ini hampir setara dengan kloramfenikol. Zat aktif yang ada di dalam antibiotik ini adalah beta-laktam, mampu mencegah sintesis dinding sel bakteri dengan cara kerjanya adalah menghambat enzim DD-transpeptidase bakteri sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak. Antibiotik ini biasanya akan diberikan secara oral dengan dosis 15-100 mg/kg selama 14 hari.

3 Ciprofloxacin

Ciprofloxaxin adalah antibiotik golongan fluorokuinolon generasi ke 2 yang punya spektrum luar sehingga mampu dengan efektif melawan bakteri gram negatif dan gram positif seperti streptococci, MRSA, pseudomonas, dan staphylococcus epidermis, beberapa obat ini kurang efektif dalam pengobatan melawan bakteri anaerob.

Cara kerja antibiotik adalah dapat menghambat enzim topoisomerase tipe II atau DNA Gyrase dan topoisomerasa IV yang memiliki peran dalam membentuk DNA sel bakteri. Untuk mengobati tipes diperlukan waktu selama 7 sampai 14 hari dan tetap dilanjutkan minimal 2 hari setelah gejala hilang. Apabila sakit tipes membuat anda mual, muntah, dan diare, maka gunakan antibiotik ini yang akan diberikan secara intravna atau lewat infus.

4. Sulfamethoxazole dan Trimethoprim (Cotrimoxazole)

Sulfamethoxazole adalah antibiotik bakteriostatik dan sedangkan trimethoprim memiliki fungsi sebagai bakterisida. Kombinasi kedua antibiotik ini cukup ampuh untuk mengobati tipes dan beberapa infeksi lainnya, seperti ISK dan pneumonia.

Mekanisme kerja obat ini adalah menghambat sintesis asam dihidrofolik sehingga mampu mencegah dan sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri.

5. Cefotaxime

Merupakan antibiotik golongan sefalosporin yang memiliki sifat bakterisid. Mekanisma kerjanya sangat mirip dengan penisilin, yaitu menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga tidak dapat berkembang biak.

Antibiotik ini sangat efektif dalam melawan bakteri gram negatif jika dibandingkan gram positif sehingga antibiotik ini sangat cocok digunakan untuk obat tipes karena punya aktivitas in vitro yang baik terhadap bakteri salmonella typhi dan jenis salmonella lainnya. Obat ini tersedia dalam bentuk intravena yang diberikan melalui suntikan ke dalam otot atau pembuluh darah sesuai dengan arahan dari dokter.

6. Azitromisin

Obat sakit tipes di apotik selanjutnya adalah antibiotik azitromisin. Antibiotik ini adalah antibiotik golongan makrolida dan sangat efektif dalam melawan infeksi bakteri ringan sampai sedang.

Cara kerja dari antibiotik ini adalah dapat menghambat sintesis protein bakteri dengan mengikat ribosom sub unit besar (50S). Antibiotik ini ampuh atasi tipes dan bisa digunakan oleh anak-anak yang berusia 4 sampai 17 tahun. Obat ini tersedia dalam bentuk oral dengan dosis minimal 10 mg/kg bb sehari sekali.

7. Ceftriaxone (Rocephin)

Obat sakit tipes di apotik jenis antibiotik selanjutnya adalah ceftfriaxone (rocephin), merupakan generasi ketiga dari sefalosporin yang punya spektrum luas terhadap bakteri gram positif dan gram negatif. Ceftriaxone merupakan salah satu obat sakit tipes di apotik yang cukup banyak dipergunakan karena sangat efektif melawan bakteri salmonella typhi yang merupakan penyebab tipes.

Ceftriaxone ini mampu bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan ber-ikatan pada satu atau beberapa ikatan protein-penisilin (penicilin-binding proteins-PBPs) maka pada akhirnya bakteri dapat mengalami lisis karena aktivitas enzim autolitik yang terjadi saat dinding sel bakteri terhambat.

8. Cefoperazone

Sama saja dengan sefalosforin generasi ketiga lainnya, antibiotik ini ternyata mampu meningkatkan dan memperluas spektrum aktivitas terhadap bakteri gram negatif jika dibandingkan dengan pendahulunya.

Cefoperazone adalah antibiotik yang bekerja dengan menghambat biosintesis mukopeptida pada dinding sel bakteri sehingga akan terjadi kebocoran sel bakteri dan bakteri lisis. Obat ini ada tersedia dalam bentuk serbuk injeksi yang bisa diberikan secara intravena atau intramuskular.

9. Ofloxacin

Ofloxacin adalah antibiotik yang sifatnya bakterisid dan termasuk ke dalam golongan kuinolon generasi kedua yang punya spektrum luas terhadap bakteri gram positif dan gram negatif. Untuk membunuh suatu bakteri, maka antibiotik ini akan bekerja menghambat dua tipe enzim II topoisomerase (DNA Gyrase dan topoisomerase IV).

Antibiotik ini memiliki mekanisme cara kerja yang tidak tergantung pada RNA dan sintesis protein. Sifat inilah yang pada akhirnya membuat ofloxacin dikenal sebagai obat sakit tipes.

10. Levofloxacin

Antibotik ini merupakan obat sakit tipes di apotik yang ada pada golongan fluorokuinolon berspektrum luas dan sangat aktif terhadao bakteri gram positif dan gram negatif. Levofloxacin digolongkan sebagai bakterisida sebab bisa membunuh bakteri dengan cara menghambat dua tipes enzim, yaitu enzim II yakni DNA Gyrase dan topoisomerase IV.

Antibiotik sering digunakan pada saat antibiotik lainnya tidak bisa mengatasi infeksi yang ada. Artinya, antibiotik ini merupakan pilihan utama ibat sakit tipes di apotik namun lebih suka dijadikan sebagai alternatif.

Dokter bisa memilihkan antibiotik yang tepat untuk mengobati sakit tipes anda. Oleh sebab itu, pemaparan informasi diatas adalah semua jenis antibiotik yang sering digunakan untuk mengobati sakit tipes.

Obat Sakit Tipes Di Apotik Non Antibiotik

Selain menggunakan obat sakit tipes di apotik dari antibiotik, penderita tipes juga bisa mengkonsumsi obat sakit tipes di apotik non antibotik seperti obat pereda demam, anti nyeri, dan multivitamin. Beberapa obat sakit tipes yang ada tersedia di apotik ini diantaranya adalah :

1. Paracetamol atau ibuprofen

Untuk demam menurun dan nyeri seperti sakit kepala reda, maka penderita tipes sangat cocok mengkonsumsi paracetamol atau ibuprofen. Anda harus ingat, bahwa penggunaan kedua obat ini hanya membantu menurunkan gejala nya saja dan tidak dipakai untuk menyembuhkan sumber penyakit.

Meskipun sama-sama pereda rasa sakit, tapi tetap kedua obat ini punya perbedaan. Paracetamil adalah obat yang tidak termasuk ke dalam golongan obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) dan cukup aman digunakan sebab efek sampingnya ringan. Sedangkan ibuprofen termasuk ke dalam golongan obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) yang punya efek samping serius seperti bisa sebabkan sesak napas, dan jika digunakan dalam jangka panjang bisa merusak fungsi ginjal.

Untuk anak-anak, maka paracetamol sangat disarankan daripada ibuprofen.

Obat demam tipes ini bisa anda dapatkan di apotik tanpa perlu resep dokter. Tapi anda harus selalu melihat aturan pakai yang tertera pada kemasan.

2. Ranitidin

Obat sakit tipes di apotik lainnya adalah ranitidin yang mampu meringankan gejala tipes seperti mual. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi mual secara langsung, hal ini dikarenakan mekanisme kerjanya yang mampu menghambat kompetitif histamin pada reseptor H2 sel-sel lambung.

Merk ranitidin yang ada di apotik diantaranya adalah :

  • Acran.
  • Aldin.
  • Anitid.
  • Chopintac.
  • Conranin.
  • Fordin.
  • Gastridin.
  • Hexer.
  • Radin.
  • Ranilex.
  • Rancus.
  • Ranivel.
  • Ranticid.
  • Ratan.
  • Rantin.
  • Ratinal.
  • Scanarin.
  • Tricker.
  • Tyran.
  • Ulceranin.
  • Wiacid.
  • Xeradin.
  • Zantac.
  • Zantifar.
  • Zantadin.

3. Ondansetron atau Demperidone

Supaya muntah pada gejala tipes teratasi, maka obatnya adalah ondansetron atau demperidone. Kedua obat ini digunakan untuk obat muntah, tapi punya mekanisme kerja yang berbeda. Pada demperidone merupakan antagonis dopamin yang kerjanya pada chemereceptor trigger zone yang berada diluar saluran darah otak di area postrema.

Sedangkan untuk ondansetron merupakan antagonis reseptor serotonin tipe 5-HT3 yang punya efek samping esktrapiramidal yang besarnya lebih besar jika dibandingkan dengan antagonis dopamin. Meski demikian, efikasi dalam menyembuhkan muntah jauh lebih baik jika dibandingkan dengan antagonis dopamin. Hal ini terjadi sebagai alasan mengapa ondansetron lebih banyak digunakan sebagai terapi mual dan muntah pasca operasi, kemoterapi atau radioterapi.

4. Kortikosteroid (Deksametason)

Untuk sakit tipes yang berat, maka bisa menggunakan obat kortikosteroid (deksametason). Deksametason ini merupakan obat kortikosteroid yang punya daya kekuatan 20-30 kali lebih kuat jika dibandingkan dengan hydrocortisone dan 5-7 kali lebih kuat jika dibandingkan dengan predinson sebagai obat anti inflamasi.

Cara kerja obat ini adalah membentuk suatu kompleks steroid-protein reseptor yang berkaitan dengan kromatin DNA dan menstimulasi transkripsi mRNA yang akan menjadi suatu bagian dari proses sintesis protein. Tujuan penggunaannya adalah untuk mengendalikan peradangan hebat karena sakit tipes.

5. Multivitamin

Orang yang sedang sakit tipes maka nafsu makannya akan menurun. Maka kondisi ini bisa berpengaruh pada kinerja organ tubuh yang melemah akibat kekurangan nutrisi penting. Apabila kondisi ini terus berlanjut, maka bisa membuat tubuh kewalahan melawan virus.

Supaya bisa menyiasati hal ini, maka diperlukan multivitamin yang mengandung vitamin A, B, D, asam folat, magnesium, mangan, dan beberapa nutrisi penting lainnya yang bisa menjadi sebuah solusi yang bijak. Dengan multivitamin yang dikonsumsi sesuai aturan, maka stamina tubuh bisa senantiasa terjaga tetap kuat. Tubuh berada dalam kondisi bugar ketika mau melawan virus karena kebutuhan organ tubuh terhadap nutrisi penting yang hilang akibat asupan makanan yang berkurang sudah bisa terpenuhi.

Beberapa multivitamin yang ada di apotik bisa anda jumpai. Tapi sebaiknya anda konsultasi kan dulu dengan dokter atau apoteker sebelum membeli atau menggunakannya.

Sangat penting untuk anda mengenali gejala tipes dengan baik, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter jika anda mengalami demam tinggi selama seminggu, terutama ketika sore dan malam hari. Anda harus curiga terhadap gejala lainnya seperti diare atau sembelit, sakit perut, bibir kering, muntah, dan sebagainya. Sebaiknya anda jalani tes tambahan seperti tes Widal atau tes TUBEX yang akurat dalam mendiagnosis infeksi akut pada sakit tipes.

Selain mengkonsumsi beberapa obat sakit tipes di apotik, anda juga harus memperbanyak istirahat dan jaga asupan cairan serta makanan selama sedang sakit tipes. Cegah tipes dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Anda juga jangan sembarangan dalam membeli makanan atau minuman di pinggir jalan yang tidak terjamin kehigenisannya.

BLANJA HERBAL

Konsultasi via WhatsApp Disini